Road to Riam Dait
Part 1 (2 November 2015)
“Intan Borneo” masih terpendam di ujung sana…
Masih perlu digali dan dipoles dengan komitmen pendidikan dan
penyediaan fasilitas yang mumpuni guna menyambut zaman yang makin tak kompromi
dengan keterbelakangan dan keterbatasan.
Oleh karena itu Yayasan MIKA (Misi Kita Bersama) (www.yamika.org) melalui Sekolah Kristen
Makedonia yang berlokasi di dsn. Jamai, Desa Amboyo Inti, Km. 14 Plasma V
Ngabang, Landak, Kalbar setiap tahunnya melakukan program ROADSHOW yang
bertujuan mencari anak-anak kurang mampu yang mau belajar dan dibentuk oleh
“tangan-tangan yang tidak kelihatan”.
Ya….hasilnya tidak instan namun kelak…niscaya menjadi orang yang berguna
bagi siapapun yang membutuhkannya.
Tim roadshow kami Kandi, Yeremia, John dan Hendro mengunjungi
SMP 5 Sekendal (2,5 km dari simpang jalan ke Serimbu), SD 2 Sekendal, SD 16
Kelepuk.
Berangkat santai dari jam 7 pagi sampai sana pukul 9 pagi.
Setelah berpromosi dan membuat janji tes dengan pihak sekolah, kami menuju dsn.
Engkitip jam 11 siang. Istirahat makan mie sampai jam 12 siang. Setelah siap
lahir batin, kami menuju Riam Dait yang
bisa ditempuh baik dengan mobil atau motor 30 menitan.
Jalan sudah cukup bagus dengan tanah kuning rata dan lebar.
Beberapa tanjakan panjang harus ditempuh dengan gigi 1.
Kami tiba disambut dengan tukang bangunan yang merangkap
tukang parkir dengan biaya parkir 10.000. berjalan kaki sekira 100m kami sudah cheer
up di riam Dait tingkat I.
Setelah berselfie dan wefie dengan berbagai angle
kami naik ke tingkat II dengan berjalan kaki 2 menit. Riam lebih bagus dan
cukup menawan dari tingkat I dengan melewati hutan kecil. Tinggi dan lebar 30
meteran berbentuk kotak dengan bagian bawah riam terlihat cukup dalam, sehingga
perlu skill yahud setara brevet KOPASKA atau Navy Seals untuk sekedar mencoba
menyelam atau snorkeling.
Jurus Elang menyambar anak Ikan Buntal....
Namun seperti biasa hal yang masih klasik adalah masalah
kebersihan. Tidak kami temukan satu pun tempat sampah yang disediakan dari yang
berwenang untuk menjaga kebersihannya. Kami harap segera disediakan tempat
sampah dari bekas drum sehingga sampah organic maupun anorganik bisa langsung
dibakar ditempat tersebut. Tempat sampah tersebut juga bisa di pasang di
sepanjang jalan menuju tingkat 7 di atasnya.
Setelah berfoto ria, menyelam, melompat, dan menyambar ikan.
Kami memutuskan kembali ke peradaban jam 2 siang.
Rute pulang kami ambil jalan lain, tidak lewat sekendal lagi
namun lewat simpang 4.
Rinciannya:
·
Riam
Dait-Engkitip 30 menit
·
Engkitip-simpang
4 (simpang serimbu-Riam Dait-Ngabang-Temoyok) 30 menit
·
Simpang 4-Ngabang
60 menitan
Berhubung tak ada persiapan ke tempat ini, maka kami
berencana explore lagi lain waktu. Dengan misi yang lebih humanis…dan alamis….
Selamat mencoba untuk sowan ke sana….jangan lupa buang sampah
pada tempatnya ya…kalau tidak ada tempat sampah…bawa pulang dulu ke rumah.
Pasti di rumah ada tempat sampah.
Perbandingan waktu daur ulang:
Kaleng Aluminium ………… 300
tahun
Botol Plastik ……… > 100 tahun
Popok Bayi ………… 100 tahun
Baterei ………… 100 tahun
Cangkir plastik …………… 50 –
80 tahun
Puntung rokok …………… 10 – 40
tahun
Kantong Plastik ………… 10 – 20
tahun
Minyak oli …………….. 10 tahun
Kulit Jeruk ………… 6 bulan
Kertas ………… 2 – 5 bulan
Anjuran:
1.
BUDAYAKAN MALU BUANG SAMPAH SEMBARANGAN
2.
BAWA, KUMPULKAN
SAMPAH PLASTIKMU SENDIRI WALAUPUN HANYA BEKAS BUNGKUS PERMEN, CARI DAN BUANG KE TEMPAT SAMPAH.
3.
KALAU TIDAK TERPAKSA JANGAN DIBAKAR,
JUAL KE PEMULUNG SAMPAH
4.
BUAT KARYA YANG KREATIF DARI LIMBAH
PLASTIK
5.
APA YANG KAMU TABUR ADALAH APA YANG KAMU
TUAI.
CINTAI ALAM DAN ALAM AKAN MEMBERIKAN BUAHNYA.
RESPECT OUR NATURE!!!
BELAJARLAH MENCOBA….GBU
Road to Riam Dait
Part 2 (11 November 2015)
Perjalanan kali ini diikuti 11 orang
yaitu 1 keluarga Hendro, Seli dan si kecil
Caroline, Irmawan beserta sang istri Kristin, John Wesly beserta calon
istri Merris Boru Nadeak, kemudian Kandi, Leo, Yudi serta Debora.
Program hari ini adalah tes PPDB di
3 sekolah. Berangkat dari SKM jam 6.30 pagi, namun terjebak hujan deras di
seperempat jalan menuju Serimbu. Alhasil kami berhenti cukup lama, baru jam 8
kami lanjut perjalanan. Sampai di Sekendal jam 10 pagi.
Tes berakhir jam 1
siang dan kami lanjutkan ke riam Dait. Dikarenakan hujan, maka jalan agak
tersendat karena dibeberapa tempat menjadi lumpur. Dari simpang Temoyok dapat
ditempuh 1 jam ke simpang tiga dan 30 menit dari simpang tiga ke Riam dait,
tergantung juga kondisi jalan.
Jangan
lupa bila sampai simpang tiga itu, bila kekiri adalah desa Enkitip dan kalau kekanan
menuju desa Muara Ilai Sanggau.
Suasana cukup sepi karena hari biasa
dan hujan. Hanya orang-orang yang “kalap” saja mau ke tempat ini dalam suasana
hujan. Tiba di lokasi jam 3.20 sore. Cukup mengkhawatirkan, karena kami harus
memburu waktu dan harus disiplin supaya tidak terlalu malam pulang. Resiko tinggi.
Terlebih
3 tanjakan sekaligus turunan yang cukup berat plus kondisi jalan yang licin
sekali bila kena hujan.
Saat
tiba kami ditemani 1 orang penunggu sekaligus pemilik toko yang ada di sekitar
lokasi, orang Sekendal bernama Asep.
Karena
dingin kami membuat api, masak mie, dan membuat minuman hangat. Misi kami adalah
mensosialisasikan kebersihan melalui papan tulisan.
Setelah
makan, kami lanjut ke air terjun tingkat 2. Di sana Asep juga membantu kami
memasang papan-papan ini. Lega juga karena teman kami ini sepikiran dengan
beban kami akan kebersihan tempat ini. Dia mengaku juga terbeban menjaga tempat
ini dengan sosialisasi dan membersihkan area secara berkala.
Setelah
puas berfoto ria, kami packing dan kembali ke SKM Ngabang. Berpacu dengan waktu
yang menunjukkan jam 5 sore. Pulang cukup santai dan tiba di SKM dalam keadaan
selamat jam 9 malam.
Terima
kasih perlindunganMu Tuhan. Lain waktu kami akan sowan lagi ke sini untuk
melihat dan merawat karyaMu.
https://sites.google.com/site/makedoniadventures/
https://sites.google.com/site/makedoniadventures/































Trims atas info rutenya Pak, dgn izin Tuhan Esok kami akan menuju lokasi riam dait. Jgn lupa main2 ke web sederhana kami www.rentalmobilpontianak.my.id dan www.bloggerrentcar.com
BalasHapusOk...gmn travellingnya seru gakkkk?
HapusUhuiiii
Hapus