Riam Manangar….Kala itu
3-4 Juli 2013
Tempat ini menjadi salah satu ikon
Kabupaten Landak yang telah dikelola cukup baik oleh Pemkab Landak. Hal ini
bisa dilihat dari akses jalan yang sudah lama dibuat sehingga memudahkan
transportasi ke tempat ini. Selain itu beberapa warung dan goa Maria untuk
tempat ibadah ziarah umat katolik sudah di buat disana. Oleh karena itu kami
penasaran untuk kesana beberapa tahun lalu, kelak ini menjadi awal petualangan
keluarga besar Sekolah Kristen Makedonia yang sempat vakum….
Tidak banyak orang dalam tim kami hanya
saya, Yudi, Nelson dan tamu kami seorang mahasiswa teologi dari Jakarta yang
sedang praktik di sekolah kami yaitu Ya’aro. Berempat kami berangkat untuk “Kopi
darat” di Serimbu dengan seorang guide yang sudah kami kontak sebelumnya yaitu
Andi Mpaheng.
Perjalanan yang cukup berat, di awal perjalanan
saja satu matras dan satu sleeping bag kami sudah jatuh dari motor dan raib…sempat
pula jatuh dari motor saat jalan kuning menanjak…kami seperti lupa cara
bertualang.
Saat itu perjalanan dari SKM ke Serimbu
sekitar 2 jam melewati 2 jembatan gantung dan jalan semen. Kini mungkin akses
jalan lebih mudah melewati tempat lain.
Tiba Manangar kurang lebih 1 jam. Sampai
di lokasi agak siang dan masih banyak pengunjung di air terjun itu.
Kegiatan
kami,
Hari
1: pasang tenda,mancing, eksplor serta foto-foto di sekitar manangar.
Hari
2: eksplor goa Maria, seberangi sungai untuk memutar ke punggung bukit riam
Manangar, melihat goa kelelawar dan kembali turun melewati bagian belakang
bawah riam. Hari hujan sehingga menambah
kegilaan petuangan kami. Dinner di dalam tenda , meringkuk kedinginan, tapi makan
lahap dengan lauk sardine dan mi serta nasi hangat….hmmmm. sederhana namun
penuh kehangatan hati…
Hari
3: bebersih sampah plastic, brunch, mancing, farewell party
Saat itu masih belum ada tempat sampah
dan papan-papan himbauan untuk kebersihan, sehingga kami membuatnya dari tumpukan batu-batu. Semoga kini sudah tersedia, lebih
asri, terkelola baik dan bersih.
Berharap
akses yang begitu mudah ke lokasi tidak begitu cepat merusak keasrian tempat
ini. Bila terjadi maka percuma kita membuka hutan kita untuk dijamah namun
tidak di sayang sehingga tempat itu tidak akan berkesan lagi dan segera akan
dilupakan…semoga ini tidak terjadi di Manangar….tidak ditanah Parene’an ini…Binua
Landak.
Terima
kasih Tuhan untuk perlindunganMu…petualangan dan Manangar, the adventure starts
now and then…
Thy
power throughout the universe displayed, then sings my soul. My Savior God, to
Thee. How great Thou art.









Tidak ada komentar:
Posting Komentar