Mahameru
4 Juli 2017
Hati dag dig dug
ketika peluit kereta Malioboro Express berkumandang di stasiun Madiun pagi pukul
10.30 itu.
Tiket Go Show Madiun
Malang kelas Eksekutif berhasil didapat. Sepanjang perjalanan sy
berandai-andai…apakah misi utama sy akan berhasil atau gagal, sy pasrahkan
kepada Tuhan.
Tapi jujur sy belum
siap dengan kegagalan. Terlalu lama sy menunggu momen ini. Banyak hal yang sy
pertaruhkan. Pasrah sekaligus optimis penuh harap.
Proses keberangkatan
yang cukup rumit, tertunda sehari untuk menyesuaikan dengan acara yang padat.
Dengan sahabat2 pengantar yang setia dan sabar dengan kerumitan itu. Stevie,
Insan, dan akhirnya Joko yang beruntung menjadi pengantar final keberangkatan
saya.
Tiba di stasiun
Malang pukul 4 sore….
Misi pertama saya
adalah bertemu sobat lama Dea di Taman Kota Malang yang akan mempertemukan saya
dengan seseorang bernama Oktavianus Bali Mema…orang Sumba, Ketua HIPAWIDHA
Univ. Wisnuwardhana Malang. Berikutnya kopi darat dengan anggota Grup Whatsapp "Orang H-Utan" yang lain di Malang, mas Awi (rekan dalam pendakian Merbabu 2004).
Menginap 1 malam di
rumah Dea dengan keramah-tamahan orangtuanya yang menakjubkan (sehat selalu dan
panjang umur ya bapak dan ibu Dea…)
5 Juli 2017
Dengan kebaikan Dea,
sobat yang satu ini rela mengantar kami jam 5 pagi ke Tumpang, meluangkan
waktunya sebelum masuk kantor.
Tiba di tumpang
bertemu rekan2 pendaki satu jeep….2 dari Jakarta, 7 dari Brebes…plus kami
berdua.
Tiba di Ranu Pane jam 9
pagi.
Menginap 1 malam lagi
didinginnya Ranu Pane karena kuota pendaki hari itu sudah habis.
6 Juli 2017
Setelah
antri SIMAKSI dan briefing 1 jam…KAMI SIAP.
Walau
diawal kami ber 11 bersama, namun demi kenyamanan kami terpisah 3 kelompok dan
berjanji bertemu di Ranu Kumbolo hari berikutnya.
Target
sy berdua dengan Obin Mema hari itu langsung ke Puncak Mahemeru…
Start
Ranu Pane 10.45
Pos
1 ...11.44
Pos
2...12.12
Pos
3 ...13.13
Ranu
Kumbolo ...14.31
Brkt
dari Ranu Kumbolo 16.30
Jambangan ...18.18
Kalimati...18.43
Cari
air di SUMBER MANI….1 jam an PP, masak2 dan bikin tenda…sampai jam 9 malam.
Istirahat
2 jam.
Summit
Attack 23.03
7
Juli 2017
Mungkin
kurang tidur, atau sy yang tambah tua…tapi perjuangan 400 meter terakhir begitu
hebat.
Bayangan
keluarga tercinta: istri, anak berseliweran kompak dengan hembusan angin
membeku serta ribuan nyala lampu di kota-kota. Itu menjadi suntikan tenaga
tersisa untuk menuntaskan langkah2 terakhir menuju puncak.
Puncak
Mahameru… 4.45
Rasa
campur aduk…
Sy
terduduk, menangis, merenung, berkomitmen…I will be a better man…
Turun
6.20
Batas
vegetasi 6.55
Kalimati
7.44
-------BOBOK total…HIBERNASI
Pulang dari kalimati 12.24
Cemoro
kandang 14.04
Ranu Kumbolo 14.31
Masak2…
-------BOBOK
total…HIBERNASI
Mumpung
Rakum lagi kabut tebal…
8
Juli 2017
Pulang
dari Rakum 7.58
![]() |
| Dudes from Ukraine |
![]() |
| Dudes from Singapore |
Pos
3 8.58
Pos
2 9.58
Pos
1 10.37
Ranu
pane...11.20
Istirahat
sebentar di shelter, sambil hunting jeep.
Beruntung ada pendaki Jakarta yang
ingin cepat turun walau dengan penumpang sedikit. Lumayan dapat harga murah
meriah, duduk samping sopir jeep FJ 40 Canvas. Mantap.
Berangkat
dari Ranu Pane Jam 12.30
Tiba
di Tumpang makan minum dan sampai Malang jam 15.30.
Kami
mengantar Obin Mema ke Kampus….langsung menuju Kepanjen untuk mengejar kereta
terakhir ke Madiun…
Kereta
MALABAR…tiket go show eksekutif…untung dapat lagi….TRIMS DEA…utangmu LUNASSSS…
Yaa….dengan
kereta ini saya akhirnya bisa mandi….(sudah 4 hari tidak mandi :P)
Tiba
Madiun jam 21.00 dengan sang penjemput….sobatku…JOKO….trims ya
Goresan
refleksi perjalanan puncak Mahameru 3676 mdpl. Atap Jawa.
Negri di atas awan dengan gemintang di
bawah langit...
Bersyukur karena Tuhan mampukan dan
beri kesempatan mewujudkan janji saya utk 20 th PATHFINDER PAS.
Bendera ini memiliki makna,
Komunitas ini mempunyai arti.
Benar pepatah petualang berkata,
"bila kamu ingin berjalan cepat,
berjalanlah seorang diri, namun bila kamu ingin berjalan jauh, berjalanlah
bersama2"
Petualangan qt waktu itu membawa qt
sampai detik ini...
20 tahun kemudian...dengan semua warna
perubahannya.
Saya memaklumi keterbatasan waktu
rekan2 utk bertemu secara fisik....sebuah reuni.
Karena, saya percaya spirit petualangan
qt dahulu tdk harus kembali ke kiblat asal....namun sedang kita bagikan kpd
generasi pemuda Kristus ditempat masing2 kita berada saat ini...
Diaspora PATHFINDER PAS.
Tentu saya berharap juga, seberapapun
tingkat level kemapanan hidup qt saat ini, qt masih menjalaninya bersama Yesus
Kristus, sbg Guide yg menuntun perjalanan hidup dan Porter yg membawa beban
pergumulan hidup qt.
Terimakasih dan penghargaan sebesar2nya
utk para sesepuh dan senior PATHFINDER PAS dan generasi tua GMAHK Dr. Sutomo
dimanapun anda berada, yg sudah membimbing kami...generasi awal ini.
Tanpa anda sebagai pelayan Kristus,
kami tdk akan mengalami berbagai petualangan hidup yg mungkin hanya sekali kami
alami dalam hidup...
Tanpa anda, hidup kami tdk akan
memiliki guratan warna cantik....sebanyak ini.
Berharap kiranya semangat kami juga
dimiliki oleh generasi PATHFINDER PAS berikutnya...BANGKIT!!!
Happy 20th Anniversary PATHFINDER
PAS...
The adventure is out there...
Diketik didalam tenda berselimut kabut
5•C Ranu kumbolo dipagi buta disaat indikator baterai tersisa 1% tanpa
powerbank...
04.30
Sabat, 8 Juli 2017
Surat terbuka untuk
sobat dadakan...Oktavianus Bali Mema:
Sampai saat
dimana qt bertemu di basecamp kampus itu, sebenarnya sy meragukanmu utk lanjut
atau stop...
Mengingat
kesibukanmu di penghujung kuliah dan kegiatan sbg ketua Hipawidha lainnya.
50:50 peluang itu...
Padahal sy jg
patut meragukan fisik sy karena 5 hr sebelumnya full bed rest 1 minggu akibat
Campak.
Tp, sy sudah
siap. Sy akan tetap pergi dengan atau tanpamu.
Maklum, bagi sy
perjalanan ini langka, bukan sembarangan...
4 tahun kuliah
di Malang hanya cukup puas memandangi puncaknya.
Setubuh dengan
statement Dea...Gunung ini dekat tapi MAHAL...
Apalagi sy yang
dulu kuliah modalnya angkot, disaat teman lain punya motor...
Sejak Merbabu
2004 lalu, 13 tahun kemudian kini usia 35, akrab dengan hawa equator, tentu tdk
mudah adaptasi di lingkungan dingin yang katanya standanya -3•
Akhirnya ketika
ranselmu itu mengepack semua perlengkapan, sy yakin dengan penyertaan Tuhan, qt
yg bukan siapa2 ini....akan berhasil dan harus berhasil.
Seperti dejavu,
belasan tahun lalu pendakian duet ke Gn. Arjuna yg gila di musim penghujan...
Ahmad Mujahidin,
anak Fakultas Teknik, seorang muslim taat....
Saat maghrib,
dia Sholat, sy bertelut berdoa.
It's just only
you, God and Nature...
No boundaries!!!
Berdua ambil air
di sumber air pondokan Welirang dengan "suara2 aneh" yg untungnya
hanya dia yg dengar dan ceritakan bbrp waktu kemudian....
Sama dgn qt...
Sumber Mani,
tempat yg harus qt tuju malam2 di Kalimati utk mengais air...
Mistis dan hewan
nocturnal macan tutul, kalau tidak beruntung....ya sudahlah...
Pasrah saja.
Dengan
pertolongan Tuhan....qt berhasil.
Terimakasih dan
deep respect bagimu sudah mewujudkan mimpi 13 tahun sy.
Oh ya....
Ternyata
pencapaian Ini juga sebagai kado Ultahmu...dihari itu...
Menjelang
sunrise...diremangnya pagi...sambil melihat gemintang dibawah langit (kerlip
ribuan cahaya lampu di kota) serta gulungan awan di bawah puncak, bbrp harapan,
komitmen, resolusi dan impian ke depan dibuat di hati...
Bukan dengan
kuat sy, tp karena niat dan kuasa Tuhan saja sy bisa menolak dengan halus
tawaran rokok dari rekan2 di hadapan api unggun dan dinginnya malam.
7 tahun
pergumulan dan seterusnya.
Trimakasih utkmu
sudah menahan diri tidak merokok selama perjalanan...
Ingat tujuan
mendaki bukan menaklukkan gunung, tapi diri sendiri.
Semakin
kepuncak, semakin kecil qt dihadapanNya.
Semakin berisi,
semakin merunduk...
Sampai bertemu
lagi dilain kesempatan....sukses selalu buatmu...































































































































































Tidak ada komentar:
Posting Komentar