Sabtu, 05 Agustus 2017

Mahameru
Two men, 13 years dream, birthday, nature and GOD




4 Juli 2017
Hati dag dig dug ketika peluit kereta Malioboro Express berkumandang di stasiun Madiun pagi pukul 10.30 itu.


Tiket Go Show Madiun Malang kelas Eksekutif berhasil didapat. Sepanjang perjalanan sy berandai-andai…apakah misi utama sy akan berhasil atau gagal, sy pasrahkan kepada Tuhan.
Tapi jujur sy belum siap dengan kegagalan. Terlalu lama sy menunggu momen ini. Banyak hal yang sy pertaruhkan. Pasrah sekaligus optimis penuh harap.


Proses keberangkatan yang cukup rumit, tertunda sehari untuk menyesuaikan dengan acara yang padat. Dengan sahabat2 pengantar yang setia dan sabar dengan kerumitan itu. Stevie, Insan, dan akhirnya Joko yang beruntung menjadi pengantar final keberangkatan saya.
Tiba di stasiun Malang pukul 4 sore….



Misi pertama saya adalah bertemu sobat lama Dea di Taman Kota Malang yang akan mempertemukan saya dengan seseorang bernama Oktavianus Bali Mema…orang Sumba, Ketua HIPAWIDHA Univ. Wisnuwardhana Malang. Berikutnya kopi darat dengan anggota Grup Whatsapp "Orang H-Utan" yang lain di Malang, mas Awi (rekan dalam pendakian Merbabu 2004).


Menginap 1 malam di rumah Dea dengan keramah-tamahan orangtuanya yang menakjubkan (sehat selalu dan panjang umur ya bapak dan ibu Dea…)

5 Juli 2017
Dengan kebaikan Dea, sobat yang satu ini rela mengantar kami jam 5 pagi ke Tumpang, meluangkan waktunya sebelum masuk kantor.
Tiba di tumpang bertemu rekan2 pendaki satu jeep….2 dari Jakarta, 7 dari Brebes…plus kami berdua.
Tiba di Ranu Pane jam 9 pagi.















Menginap 1 malam lagi didinginnya Ranu Pane karena kuota pendaki hari itu sudah habis.






6 Juli 2017
Setelah antri SIMAKSI dan briefing 1 jam…KAMI SIAP.









Walau diawal kami ber 11 bersama, namun demi kenyamanan kami terpisah 3 kelompok dan berjanji bertemu di Ranu Kumbolo hari berikutnya.
Target sy berdua dengan Obin Mema hari itu langsung ke Puncak Mahemeru…





Start Ranu Pane 10.45
Pos 1 ...11.44
Pos 2...12.12
Pos 3 ...13.13






Ranu Kumbolo ...14.31










Brkt dari Ranu Kumbolo 16.30












Jambangan ...18.18



Kalimati...18.43




Cari air di SUMBER MANI….1 jam an PP, masak2 dan bikin tenda…sampai jam 9 malam.
Istirahat 2 jam.

Summit Attack 23.03





7 Juli 2017
Mungkin kurang tidur, atau sy yang tambah tua…tapi perjuangan 400 meter terakhir begitu hebat.
Bayangan keluarga tercinta: istri, anak berseliweran kompak dengan hembusan angin membeku serta ribuan nyala lampu di kota-kota. Itu menjadi suntikan tenaga tersisa untuk menuntaskan langkah2 terakhir menuju puncak.








Puncak Mahameru… 4.45
Rasa campur aduk…
Sy terduduk, menangis, merenung, berkomitmen…I will be a better man…



























Turun 6.20



Batas vegetasi 6.55

Kalimati 7.44
-------BOBOK total…HIBERNASI

Pulang dari kalimati 12.24








Cemoro kandang 14.04










Ranu Kumbolo 14.31





Masak2…
-------BOBOK total…HIBERNASI
Mumpung Rakum lagi kabut tebal…





8 Juli 2017





Pulang dari Rakum 7.58




Dudes from Ukraine



Dudes from Singapore

Pos 3 8.58
Pos 2 9.58
Pos 1 10.37
Ranu pane...11.20


Istirahat sebentar di shelter, sambil hunting jeep. 

Beruntung ada pendaki Jakarta yang ingin cepat turun walau dengan penumpang sedikit. Lumayan dapat harga murah meriah, duduk samping sopir jeep FJ 40 Canvas. Mantap.
Berangkat dari Ranu Pane Jam 12.30




Tiba di Tumpang makan minum dan sampai Malang jam 15.30.
Kami mengantar Obin Mema ke Kampus….langsung menuju Kepanjen untuk mengejar kereta terakhir ke Madiun…


Kereta MALABAR…tiket go show eksekutif…untung dapat lagi….TRIMS DEA…utangmu LUNASSSS…
Yaa….dengan kereta ini saya akhirnya bisa mandi….(sudah 4 hari tidak mandi :P)



Tiba Madiun jam 21.00 dengan sang penjemput….sobatku…JOKO….trims ya


Goresan refleksi perjalanan puncak Mahameru 3676 mdpl. Atap Jawa.

Negri di atas awan dengan gemintang di bawah langit...
Bersyukur karena Tuhan mampukan dan beri kesempatan mewujudkan janji saya utk 20 th PATHFINDER PAS.
Bendera ini memiliki makna,
Komunitas ini mempunyai arti.

Benar pepatah petualang berkata,
"bila kamu ingin berjalan cepat, berjalanlah seorang diri, namun bila kamu ingin berjalan jauh, berjalanlah bersama2"

Petualangan qt waktu itu membawa qt sampai detik ini...
20 tahun kemudian...dengan semua warna perubahannya.

Saya memaklumi keterbatasan waktu rekan2 utk bertemu secara fisik....sebuah reuni.

Karena, saya percaya spirit petualangan qt dahulu tdk harus kembali ke kiblat asal....namun sedang kita bagikan kpd generasi pemuda Kristus ditempat masing2 kita berada saat ini...
Diaspora PATHFINDER PAS.

Tentu saya berharap juga, seberapapun tingkat level kemapanan hidup qt saat ini, qt masih menjalaninya bersama Yesus Kristus, sbg Guide yg menuntun perjalanan hidup dan Porter yg membawa beban pergumulan hidup qt.

Terimakasih dan penghargaan sebesar2nya utk para sesepuh dan senior PATHFINDER PAS dan generasi tua GMAHK Dr. Sutomo dimanapun anda berada, yg sudah membimbing kami...generasi awal ini.

Tanpa anda sebagai pelayan Kristus, kami tdk akan mengalami berbagai petualangan hidup yg mungkin hanya sekali kami alami dalam hidup...

Tanpa anda, hidup kami tdk akan memiliki guratan warna cantik....sebanyak ini.

Berharap kiranya semangat kami juga dimiliki oleh generasi PATHFINDER PAS berikutnya...BANGKIT!!!

Happy 20th Anniversary PATHFINDER PAS...
The adventure is out there...

Diketik didalam tenda berselimut kabut 5•C Ranu kumbolo dipagi buta disaat indikator baterai tersisa 1% tanpa powerbank...

04.30
Sabat, 8 Juli 2017

Surat terbuka untuk sobat dadakan...Oktavianus Bali Mema:

Sampai saat dimana qt bertemu di basecamp kampus itu, sebenarnya sy meragukanmu utk lanjut atau stop...
Mengingat kesibukanmu di penghujung kuliah dan kegiatan sbg ketua Hipawidha lainnya. 50:50 peluang itu...
Padahal sy jg patut meragukan fisik sy karena 5 hr sebelumnya full bed rest 1 minggu akibat Campak.
Tp, sy sudah siap. Sy akan tetap pergi dengan atau tanpamu.
Maklum, bagi sy perjalanan ini langka, bukan sembarangan...
4 tahun kuliah di Malang hanya cukup puas memandangi puncaknya.
Setubuh dengan statement Dea...Gunung ini dekat tapi MAHAL...
Apalagi sy yang dulu kuliah modalnya angkot, disaat teman lain punya motor...
Sejak Merbabu 2004 lalu, 13 tahun kemudian kini usia 35, akrab dengan hawa equator, tentu tdk mudah adaptasi di lingkungan dingin yang katanya standanya -3
Akhirnya ketika ranselmu itu mengepack semua perlengkapan, sy yakin dengan penyertaan Tuhan, qt yg bukan siapa2 ini....akan berhasil dan harus berhasil.

Seperti dejavu, belasan tahun lalu pendakian duet ke Gn. Arjuna yg gila di musim penghujan...
Ahmad Mujahidin, anak Fakultas Teknik, seorang muslim taat....
Saat maghrib, dia Sholat, sy bertelut berdoa.
It's just only you, God and Nature...
No boundaries!!!

Berdua ambil air di sumber air pondokan Welirang dengan "suara2 aneh" yg untungnya hanya dia yg dengar dan ceritakan bbrp waktu kemudian....

Sama dgn qt...
Sumber Mani, tempat yg harus qt tuju malam2 di Kalimati utk mengais air...
Mistis dan hewan nocturnal macan tutul, kalau tidak beruntung....ya sudahlah...
Pasrah saja.
Dengan pertolongan Tuhan....qt berhasil.

Terimakasih dan deep respect bagimu sudah mewujudkan mimpi 13 tahun sy.
Oh ya....
Ternyata pencapaian Ini juga sebagai kado Ultahmu...dihari itu...
Menjelang sunrise...diremangnya pagi...sambil melihat gemintang dibawah langit (kerlip ribuan cahaya lampu di kota) serta gulungan awan di bawah puncak, bbrp harapan, komitmen, resolusi dan impian ke depan dibuat di hati...

Bukan dengan kuat sy, tp karena niat dan kuasa Tuhan saja sy bisa menolak dengan halus tawaran rokok dari rekan2 di hadapan api unggun dan dinginnya malam. 
7 tahun pergumulan dan seterusnya. 
Trimakasih utkmu sudah menahan diri tidak merokok selama perjalanan...

Ingat tujuan mendaki bukan menaklukkan gunung, tapi diri sendiri.
Semakin kepuncak, semakin kecil qt dihadapanNya.
Semakin berisi, semakin merunduk...

Sampai bertemu lagi dilain kesempatan....sukses selalu buatmu...






Tidak ada komentar:

Posting Komentar